Heycometomyworld’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Sadari Pentingnya Bermain Bersama Anak Sejak Usia Dini August 11, 2008

Filed under: Parenting — heycometomyworld @ 3:51 pm

Menyadari bahwa menjadi ibu merupakan pekerjaan yang paling penuh tantangan dan paling mulia, Kimberly-Clark Indonesia, produsen popok bayi Huggies, baru-baru ini mensosialisasikan hasil survey yang bertajuk ‘Motherhood Today’ yang membahas secara mendalam mengenai harapan dan kekhawatiran, kelebihan dan kekurangan, serta pengetahuan dan ambisi para ibu masa kini di dunia, khususnya di negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia saat ini, yang juga berpengaruh terhadap metode dan perilaku ibu dalam mengasuh anak.

 

“Huggies mendukung ibu dan menghargai setiap metode dan perilaku mendidik anak, yang kini dapat lebih diketahui melalui survei global kami. Kami percaya bahwa opini dan nasihat dari para anggota Huggies Expert Panel akan memberikan informasi dan masukan yang berharga mengenai cara-cara untuk bermain dengan anak mereka, sekaligus menikmati indahnya menjadi ibu,” ujar Mediko Azwar, Direktur Marketing dari Kimberly-Clark Indonesia.

 

Di tahun 2007, Huggies berinisiatif melakukan riset global yang dirancang dan diselenggarakan oleh TNS terhadap lebih dari dua ribu orang ibu di Asia Tenggara. Hasil survey tersebut menunjukkan model-model Ibu dalam mendidik dan membesarkan anak yang unik.

 

Beberapa poin penting dalam ‘Motherhood Today’ mencakup pentingnya memiliki masa kanak-kanak yang penuh nilai dan pengalaman, pertumbuhan holistik yang menyeluruh dan kemampuan ibu untuk menjadi teman untuk anak. Studi ini juga mengangkat perbedaan karakteristik para ibu di seluruh Asia Tenggara, serta perilaku dalam membesarkan anak saat ini yang cenderung lebih fokus pada memberi kebebasan kepada anak untuk memiliki banyak pengalaman baru  dan memilih apa yang terbaik untuk mereka.

 

Berdasarkan ‘Motherhood Today’ inilah yang mendorong Huggies untuk mensosialisasikan ‘Play for Future’ yang menunjukkan komitmen Huggies terhadap pentingnya kegiatan bermain untuk anak-anak, serta pentingnya oeran ibu dalam kegiatan tersebut.

 

Patricia Koh, salah satu anggota Huggies Expert Panel berpendapat, “Masa kanak-kanak merupakan waktu untuk bermain! Kita perlu memberikan waktu untuk kepada anak  untuk menikmati masa pertumbuhannya. Bahkan pada saat anak sedang berkembang dari segi fisik, emosional, sosial, dan linguistik, kita harus memberikan waktu untuk merasakan masa kanak-kanak karena masa kanak-kanak tidak dapat terulang di masa depan.

 

“Motherhood Today” membahas mengenai perubahan perilaku para orang tua dalam membesarkan anak dari masa ke masa, dengan penekanan terhadap kebersamaan keluarga yang menjadi kunci utama. Hasil riset ini juga menggaris bawahi model membesarkan anak, dengan memberikan penjelasan rinci mengenai tipe dan karakteristik ibu, serta perbandingan bagaimana tipe Ibu Huggies di Asia Tenggara. Hasil riset ini ditutup dengan gambaran pendapat ibu mengenai cara membesarkan anak, serta lima strategi ideal untuk bermain dengan anak bagi para ibu.

 

Melalui ‘Motherhood Today’, Huggies berharap dapat memberikan gambaran mengenai metode pengasuhan yang ideal dan  meyakinkan para ibu bahwa mereka perlu melakukan hal yang benar. Sebagai tambahan, Huggies juga telah membentuk Expert Panel yang beranggotakan para ahli perkembangan anak dan play therapist dari seluruh Asia Tenggara, yang akan memberikan saran para ibu hamil dan para ibu muda mengenai cara-cara untuk membimbing anak mereka secara menyeluruh dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi masa depan. Saran dan petunjuk dari para ahli dapat ditemukan di website Huggies (www.Huggies.co.id) 

 

Anggota Huggies Expert panel dari Indonesia, Dra. Mayke S. Tedjasaputra M.Si, seorang psikolog yang juga play therapist dari Universitas Indonesia mengatakan, “Ada sejumlah Ibu yang meminta masukan dari saya bagaimana caranya agar mereka bisa menjadi Ibu yang baik. Bagaimana caranya agar mereka bisa menjadi teman bermain bagi putra-putrinya dan sungguh-sungguh bisa mengenali apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh anak-anak mereka.”

Advertisements
 

Mengoptimalkan ‘Tahun Emas’ Perkembangan Anak July 28, 2008

Filed under: Parenting — heycometomyworld @ 4:45 pm

Berdasarkan berbagai riset yang dilakukan oleh para ahli perkembangan otak anak-anak, orangtua dan pengasuh anak memiliki pengaruh paling besar dalam pengembangan potensi otak anak. Untuk mengoptimalkan perkembangan otak anak, orangtua harus menyediakan lingkungan yang sehat dan memberikan stimulasi pada tahun-tahun awal perkembangan anak (khususnya pada Golden Years Period, 0 – 3 tahun), serta didukung oleh pemberian nutrisi yang baik.

 

Masa tersebut merupakan masa terjadinya pertumbuhan yang pesat di berbagai aspek perkembangan otak. Ketika baru lahir, berat otak bayi tumbuh 25% dari besar rata-rata berat otak yang sudah tumbuh sempurna dan perkembangannya berlangsung pesat  mencapai lebih dari 80% sampai usia 3 tahun dengan memproduksi jutaan sel dan milyaran jaringan yang saling berhubungan  satu sama lain. Oleh karena itu selama masa ‘tahun-tahun emas’ ini, sangatlah penting untuk memberikan nutrisi yang tepat dan cukup untuk memberikan fondasi terbaik bagi pertumbuhan dan perkembangan otak maupun fisik  yang optimal.

 

Menyadari pentingnya pemberian nutrisi dan stimulasi yang tepat pada tahun emas perkembangan anak ini, Frisian Flag Indonesia sebagai perusahaan nutrisi susu bertaraf internasional, memperkenalkan Kampanye Smart Parents Smart Kids. Kampanye Smart Parents Smart Kids merupakan refleksi komitmen Frisian Flag Indonesia untuk meningkatkan kondisi nutrisi dan kesehatan di Indonesia dengan cara berbagi pengetahuan kepada para orang tua tentang nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak guna meletakan fondasi kuat bagi perkembangan anak-anak mereka.    

 

Frisian Flag Indonesia melanjutkan Kampanye Smart Parents Smart Kids dengan kembali mengadakan Smart Parents Conference di Jakarta pada tanggal 25 – 27 Juli 2008, setelah suksesnya acara yang sama di Surabaya akhir Mei lalu.”Melalui program ini kami berharap dapat memberikan pengetahuan yang cukup bagi orang tua mengenai kesehatan dan nutrisi anak. Dengan memiliki pengetahuan yang cukup mengenai nutrisi dan kesehatan anak, para orang tua  diharapkan akan mampu menjadi orang tua yang pintar agar memiliki anak yang pintar pula sehinga anak-anak tersebut dapat memaksimalkan potensi yang dimilikinya,” kata Cees Ruygrok, Presiden Direktur PT Frisian Flag Indonesia.

 

Acara yang akan berlangsung pada akhir minggu ini akan kembali mengangkat metode Glen Doman untuk membantu orang tua mengembangkan potensi anak mereka. Metode ini diperkenalkan oleh Dr. Glenn Doman dari Amerika Serikat, pendiri The Achievement of Human Potential yang mengkhususkan diri melakukan penelitian mengenai perkembangan otak balita.           

 

Dr. Glenn Doman telah melatih jutaan orangtua melalui bukunya tentang belajar sejak dini dan membantu ribuan anak yang mengalami brain injury untuk memaksimalkan potensi mereka. Frisian Flag Indonesia merupakan mitra ekslusif dari Institute of Glenn Doman di Amerika Serikat yang menyediakan informasi bagi orang tua di Indonesia mengenai Metode Glenn Doman sebagai sarana stimulasi yang unik untuk mengembangkan potensi anak-anak.    

 

 Dalam seminar ini, Metode Glen Doman akan dipresentasikan oleh Irene Mongkar dengan mengupas bagaimana Metode Glenn Doman dapat memberi kontribusi yang besar pada kecerdasan bayi serta mendemontrasikan pendekatan flash-card yang dikembangkan oleh Glenn Doman.   

 

Seminar ini juga akan menghadirkan beberapa nara sumber ahli di bidang nutrisi, kesehatan dan perkembangan anak seperti dr. Soedjatmiko SpA(K) yang akan mengangkat topik Nutrisi pada Balita serta Edith Sumedi, SKM, M.Sc dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI).

 

 

Kiat Menghadapi Bayi Kolik June 21, 2008

Filed under: Parenting — heycometomyworld @ 3:50 am

Saat bayi Anda menangis tanpa sebab yang jelas, apa yang bisa dilakukan? Mungkin sebagian orangtua merasa bersalah karena ‘tidak mampu’ menjaga si kecil dari kesakitan. Kolik, sebuah serangan yang tidak terduga berupa tangis nyaring yang umumnya menimpa pada bayi-bayi muda, memang dapat membuat orangtua frustasi.

 

The American Academy of Family Physicians memberikan kiat saat bayi menunjukkan tanda-tanda kolik:

 

1.  Kolik bukan berarti bayi tidak sehat. Penyebab sesungguhnya tidak diketahui

2.  Jangan merasa bersalah. Anda tidak melakukan kesalahan apapun yang membuat bayi kecewa

3.  Kolik biasanya terjadi pada usia bayi di bawah tiga bulan dan jarang terjadi pada usia di atas enam bulan

4.  Bukan hal buruk memberikan perhatian ekstra saat bayi kolik. Tidak apa-apa ‘memanjakan’ bayi dengan cara menggendong saat dia menangis keras tanpa sebab

5.  Ada banyak cara menenangkan bayi kolik. Cobalah berbagai cara sampai Anda menemukan cara yang cocok untuk menenangkan bayi Anda, seperti menyusuinya, menggoyang-goyang bayi dengan lembut di kursi goyangnya, dan lain-lain.

 

Menyampaikan Kabar Kematian kepada Anak

Filed under: Parenting — heycometomyworld @ 3:48 am

Kematian orang yang dicintai amat memedihkan, terlebih lagi jika yang meninggalkan anak yang masih kecil, yang belum mengetahui apa arti kematian yang sesungguhnya. Menurut anak, kematian mungkin sekadar pergi tapi nanti akan kembali. Makanya banyak anak yang tidak menangis menyaksikan kepergian orang yang dicintainya.

 

The U.S. National Library of Medicine memberikan tip saat Anda harus membicarakan kematian dengan anak:

 

1. Sampaikan informasi dengan jujur, ringkas dan pada tingkatan yang sepenuhnya dapat dimengerti anak.

2.  Pahamilah bahwa kematian dapat menyebabkan ketakutan dan kebingungan pada sebagian anak

3.  Bicarakan hal itu secara terbuka manakala anak menanyakannya. Jangan mencoba menutupi kenyataan atau berbohong pada anak akan kejadian sebenarnya

4.  Bicarakan juga mengenai perasaan Anda, ketakutan, kesedihan, kemarahan dan hal apa saja yang Anda rasakan. Perlihatkan pada anak bahwa mengeluarkan emosi, bahkan menangis itu normal sebagai ungkapan kesedihan

5.  Bantulah anak memahami bahwa tidak ada hal apapun yang dapat dilakukan untuk mencegah kematian

6. Dampingi dan pahami dia pada saat anak membutuhkan Anda, betapapun sulitnya. Andalah orang yang diandalkannya kini.

 

Manfaat Bermain untuk Bayi

Filed under: Parenting — heycometomyworld @ 3:35 am

Seharian bergulat dengan si kecil, mulai urusan mengganti popok hingga menyusui tiap beberapa jam cukup membuat ibu kelelahan. Masih adakah waktu bermain bersama si kecil yang sedang lucu-lucunya?

 

“Boro-boro, yang ada saat dia tertidur saya ikut terlelap juga,” ujar Fina (28), ibu bayi usia dua bulan yang harus berjuang sendirian merawat buah hati tanpa bantuan pengasuh.

 

Well, Anda harus menyadari bahwa bermain adalah kegiatan menyenangkan untuk menunjang tumbuh kembang si kecil serta memupuk kedekatan dengannya. Jangan jadikan faktor kelelahan sebagai alasan untuk menghindari aktivitas bercengkerama bersamanya.

 

Ingin tahu manfaat apa saja yang bisa dipetik saat bermain bersama si kecil? Ini dia:

1.    Saat bayi berusia dini atau di bulan-bulan awal kehadirannya di dunia, memperlihatkan pola yang bergerak akan membantu kemampuan penglihatannya

2.    Mainan dengan tombol yang bisa mengeluarkan bunyi-bunyian saat ditekan diyakini akan membantu koordinasi mata dan tangan

3.    Saat si kecil belajar merangkak, buatlah gundukan dari bantal atau guling dan ajak dia melewatinya. Hal ini akan membantu membentuk kekuatan dan koordinasi tubuh mungilnya

4.    Lakukan permainan meniru dengan mengajak si kecil mengikuti gerakan wajah yang ibu lakukan. Dijamin si kecil pasti akan riang luar biasa menyaksikan perubahan mimik wajah bundanya

5.    Jika buah hati sudah mampu duduk sendiri, berikan dia mainan pop-up atau yang mempunyai tekstur berbeda. Ini akan membantu mengembangkan kekuatan panca inderanya

6.    Gelitik dia untuk menyenangkan hatinya dan membuat si kecil tertawa cekikikan. Lewat media ini Anda juga mengembangkan pola kedekatan melalui sentuhan.

Nah, mudah bukan? Gunakan waktu berharga untuk bermain bersama si kecil. Sangat menyenangkan, dijamin.

 

Smart tips:

Bayi yang baru lahir sangat mengandalkan penciumannya untuk mencari dan mendekatkan mulutnya pada puting payudara ibu untuk menyusu. Karenanya jangan gunakan wewangian tajam yang dapat mengganggu daya penciumannya.

 

Ibu Depresi Cenderung Memiliki Anak yang Cinta Kekerasan June 20, 2008

Filed under: Parenting — heycometomyworld @ 1:19 pm

Sebuah studi baru menemukan bahwa anak dari serang ibu yang mengidap depresi pasca persalinan akan menjadi anak yang menyukai kekerasan di usia 11 tahun. Para peneliti mengkaji lebih dari 120 keluarga yang tinggal  di bagian selatan London. Para ibu diwawancara  selama kehamilan dan tiga bulan kemudian pasca melahirkan.

Mereka juga diwawancara saat anaknya berusia 1,4 dan 11 tahun. Para ibu, guru dan anak diberi pertanyaan mengenai gejala-gejala kekerasan saat anak berusia 11 tahun.

Hasil dari studi tersebut menunjukkan sebagian besar anak tidak menunjukkan kekerasan Namun demikian para peneliti menemukan bahwa anak dari ibu yang mengalami depresi di bulan-bulan awal kelahiran lebih ‘keras’ dibandingkan anak lain. Korelasi ini khususnya tampak saat ibu mengalami depresi tiga bulan pasca kelahiran dan setidaknya sekali lagi setelah itu. Kekerasan tampak lebih umum pada anak laki-laki usia 11 tahun dibandingkan anak perempuan, sebagian besar melibatkan perkelahian dengan teman sebayanya.

Para peneliti menyatakan depresi ibu dan kekerasan anak  dikaitkan denga ketidakmampuan anak untuk mengatur perhatian dan emosi.  Penelitian sebelumnya menemukan bahwa masalah pengaturan perhatian dan aktivitas dan pengelolaan kemarahan  serta respon terhadap frustasi dikaitkan dengan perilaku kekerasan dan berbagai jenis gangguan perilaku merusak.

Peneliti mengatakan mereka tidak tahu pasti mengapa ibu depresi lebih cenderung memiliki anak yang menyukai kekerasan.  Mereka mengatakan bahwa faktor biologis bias memegang peran utama. Dr. Hay, kepala peneliti mengatakan mungkin juga bayi dengan temperamen yang sulit mencetuskan depresi pada ibu dan kekerasan yang dilakukan anak kelak kemudian sepenuhnya menjelaskan faktor yang sudah ada sebelumnya  pada diri si anak.