Heycometomyworld’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Waspadai Flu Babi, Perhatikan Gejalanya July 16, 2009

Filed under: Health — heycometomyworld @ 6:14 am

Belakangan flu babi sedang naik daun. Disebut flu babi karena awalnya itu adalah penyakit binatang babi dan hanya menular di antara sesama babi, namun akhirnya flu tersebut menular dari babi ke manusia dan sekarang telah benar-benar telah menyebar antara manusia ke manusia.

Penyakit flu ini disebabkan oleh sejenis virus flu yang disebut dengan virus H1N1. Awalnya virus ini menyebar di Meksiko dan sekarang telah menyebar dengan pesat dan telah menjangkiti lebih dari 100 ribu penduduk dunia dengan memakan kira-kira 400 korban jiwa.

Gejala flu babi hampir sama dengan flu biasa, yaitu demam di atas 37,8 C, lesu, kurang semangat, dan batuk. Selain itu juga dapat dijumpai gejala meler (pilek) dari hidung, radang tenggorokan, nyeri otot dan pegal-pegal, mual, muntah, dan diare. Pada tahap lanjut, dapat dijumpai sesak napas. Kematian biasanya terjadi akibat adanya kegagalan pernapasan.

Pada babi yang terkena virus H1N1, gejala biasanya berupa peningkatan suhu tubuh, depresi, batuk, keluar cairan dari hidung atau mata, bersin, susah bernapas, mata merah, dan tidak mau makan.

Ada hal yang unik dari flu baru H1N1 ini. Flu babi unik karena potensi kematian yang tinggi justru pada pasien yang berusia muda (20-30 tahun), sementara flu lain pada umumnya akan makin tinggi justru potensi kematian pada mereka yang berusia lanjut.

Depkes telah memberikan delapan langkah untuk pencegahan penularan di Indonesia, yaitu:

1. Mengoperasikan alat pendeteksi suhu tubuh di 10 bandara internasional. Deteksi ditujukan pada penumpang yang baru datang dari perjalanan luar negeri, khususnya Singapura, Amerika Utara, Meksiko dan Selandia Baru.

2. Kepada warga yang hendak bepergian ke luar negeri, diberikan panduan prosedur menghindari dari kemungkinan tertular flu babi.

3. Melakukan pemantauan penyakit influenza di 100 titik dan 15 RS se-Indonesia.

4. Revitalisasi 100 RS rujukan flu burung dan pelatihan ulang kepada tenaga medis yang ada.

5. Penelitian virus H1N1 di semua laboratorium yang sebelumnya didesain untuk meneliti virus H1N5 (flu burung).

6. Simulasi penanggulangan endemik influenza secara luas. Sejauh ini simulasi sudah digelar di Bali dan Makassar.

7. Pengadaan obat tamiflu yang dilaporkan mampu menanggulangi virus H1N1. Tamiflu adalah obat yang dibuat untuk penanggulangan flu burung.

8. Penyebaran informasi secara masif pada masyarakat mengenai tata cara mengenali dan menghindari flu babi.

Masyarakat juga dihimbau tetap waspada dan membiasakan pola hidup bersih dan sehat, antara lain:

1. Mencuci tangan dengan sabun ketika habis beraktifitas

2. Melaksanakan etika batuk dan bersin yang benar (menutup hidung/ mulut)

3. Menghindari kontak dengan penderita flu

4. Apabila sakit dengan gejala Influenza supaya mengenakan masker dan tidak beraktivitas diluar rumah

5. Segera pergi ke dokter apabila sakit flunya tidak membaik.

Kasus penularan flu babi dari manusia ke manusia terjadi dalam beberapa kasus namun masih terbatas pada kontak dekat dan sekelompok orang saja.

Hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa flu babi menular melalui makanan, dalam hal ini daging babi dan produk turunannya yang ditangani dan dimasak secara tepat, sehingga tetap aman mengonsumsi produk tersebut. Di samping itu, virus influenza babi mati jika dimasak pada suhu 70 derajat C, sesuai dengan panduan umum mengolah daging.

Jika ada yang menderita flu dengan ciri-ciri diatas hendaknya dengan segera untuk membawa ke puskesmas/dokter terdekat. Pasien suspect flu babi biasanya akan dikarantina dan kemudian harus mengikuti serangkaian tes darah dan juga tes Swap (pengambilan sampel) untuk mendiagnosa apakah benar menderita flu virus H1N1.

Pemerintah saat ini menyediakan obat flu yang bernama tamiflu (Oseltamivir yang merupakan obat anti-viral utama yang digunakan untuk pengobatan pada kasus flu burung. Tamiflu akan efektif apabila diberikan pada tahap awal perkembangan penyakit flu. Tamiflu di Indonesia tersedia di semua rumah sakit rujukan flu burung, antara lain RS Penyakit Infeksi DR. Sulianti Saroso dan RSU Persahabatan untuk DKI Jakarta serta RSUP Dr. Hasan Sadikin dan RSUD Garut untuk Jawa Barat, serta rumah sakit lain di daerah.

 

Nih Cara Redakan PMS, Coba Deh July 7, 2009

Filed under: Health — heycometomyworld @ 11:46 am

Anda sering mengalami perubahan suasana hati menjelang menstruasi? Yup, Premenstrual Syndrome (PMS) ternyata menimpa sejumlah perempuan selama masa reproduksinya.

Gejala yang muncul bervariasi pada setiap individu, mulai yang ringan seperti penimbunan cairan di badan hingga perubahan suasana hati yang berat dan atau depresi. Kita akan mengupasnya dan mencoba cari tahu cara untuk meringankannya:

1. Bentuk terberat dari PMS biasa disebut Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD). Sebuah obat yang disetujui untuk PMDD adalah Serafem. Serafem merupakan nama baru dan secara kimia setara dengan versi Prozac. Perempuan yang ingin mengurangi gejala PMS, namun tidak mau mengonsumsi Serafem, dapat mencoba metode lain yang akan disebutkan di bawah.

2. Penelitian membuktikan bahwa Anda akan mengurangi sepatuh dari gejala PMS (seperti perubahan suasana hati, depresi dan kram) dengan mengonsumsi 1.200 mg kalsium per hari.

3. Salah satu cara terbaik mengurangi PMS adalah melalui olahraga atau aktivitas fisik teratur. Olahraga teratur juga cara terbaik mengurangi stres dan menurunkan risiko serangan jantung dan kanker.

4. Perempuan yang mengalami perlunakan payudara sebelum haid dapat mengurangi gejala ini dengan mengonsumsi vitamin E sekira 600 IU setiap hari. Vitamin E tampaknya juga memiliki khasiat pada sistem kardiovaskular, mengurangi risiko sejumlah kanker dan menawarkan manfaat kesehatan yang lain.

5. Perubahan pola makan dapat membantu mengurangi gejala-gejala PMS termasuk mengikuti diet rendah lemak yang dianut vegetarian, dan atau mengurangi konsumsi gula, garam, daging merah, alkohol dan kafein. Tingkatkan asupan karbohidrat kompleks, sayuran hijau, buah-buahan, sereal dan kacang-kacangan, dapat membantu meredakan PMS pada sejumlah perempuan.

6. Perempuan yang dalam kesehariannya sering mengonsumsi gula dan kerap mengalami gejala PMS merasa terbantu dengan konsumsi magnesium sekira 300-500 mg. Kabar baiknya, magnesium juga membantu masalah perlunakan payudara pra-haid.

7.  Sejumlah perempuan dilaporkan mengalami penurunan gejala PMS dengan mengasup 50-300 mg vitamin B6 secara teratur setiap hari. Namun sebaiknya konsumsi vitamin B6 tidak berlebihan karena punya efek samping seperti mati rasa.

8. Terapi alternatif bisa Anda lakukan antara lain dengan menggunakan krim progesteron alami atau menggunakan 1.500 minyak Primrose setiap hari.

9. Beberapa perempuan lebih suka mengendalikan gejala PMS dengan menggunakan kontrasepsi oral, namun mesti dipertimbangkan pro-kontra penggunaan alat KB oral ini, terutama Anda yang ‘rentan’ terhadap suntikan hormon.

10. Obat yang dijual bebas dapat membantu meredakan gejala PMS, misalnya ibuprofen, naproxen, dan obat lain yang dibuat khusus untuk meredakan gejala PMS. Aspirin mungkin bukan pilihan bijak bagi perempuan selama menstruasi sebab obat ini berpotensi meningkatkan pendarahan menstruasi yang banyak dan lama.

Semoga informasi ini berguna ya!

 

Pola Makan Masyarakat Indonesia Picu Gangguan Pencernaan August 21, 2008

Filed under: Health — heycometomyworld @ 3:26 pm

Danone Activia beberapa waktu lalu meluncurkan kampanye edukasi kesehatan pencernaan bertajuk ”Tantangan 14 Hari” yang bertujuan untuk meningkatkan tingkat kesadaran konsumen Indonesia pada kebiasaan dan pola makan yang sehat dan baik bagi pencernaan. Program ini menginformasikan cara mendeteksi kesehatan pencernaan melalui penilaian kebiasaan dan pola makan yang bisa dilakukan sendiri oleh konsumen, diiringi dengan rekomendasi dari ahli gizi untuk memperbaiki kebiasaan makan tersebut bagi kesehatan pencernaan.

 

Menurut studi yang dilakukan lembaga IPSOS atas pola makan dan kesehatan pencernaan di beberapa negara Asia seperti Thailand, Vietnam, Filipina, Indonesia, India dan Pakistan, masyarakat Indonesia ternyata rentan terhadap permasalahan kesehatan yang diakibatkan oleh kurang lancarnya pencernaan. Secara reguler, 94% dari masyarakat Indonesia mengalami konstipasi, 87% mengalami perut kembung, dan 83% lainnya mengalami kedua gejala tersebut. Penyebab dari gangguan tersebut adalah pola makan yang tidak sehat, misalnya terbiasa untuk tidak sarapan, mengonsumsi makanan yang berlemak, dan kurang mengkonsumsi serat.

 

Ahli gizi Dr Fiastuti Witjaksono, menjelaskan, “Kebanyakan orang menganggap sepele masalah gangguan pencernaan. Gejala-gejala seperti konstipasi, sembelit, dan susah buang air besar seringkali dianggap mengganggu, namun tidak serius. Padahal, gejala-gejala seperti ini nantinya bisa memicu masalah yang lebih serius, misalnya kanker usus besar.”

 

Studi tersebut juga menuai fakta bahwa masalah pencernaan yang dialami kebanyakan masyarakat Indonesia disebabkan oleh pilihan makanan yang tidak seimbang.

 

Dr. Fiastuti melanjutkan, “Kesibukan sehari-hari seringkali membuat kita melupakan sarapan atau makan siang, dan menggantinya dengan cemilan ringan seperti gorengan, yang justru memicu masalah pencernaan. Sedangkan kaum wanita yang sedang menjalankan program penurunan berat badan juga seringkali beranggapan untuk mensubstitusi menu utama dengan makanan ringan. Selain tidak cukup bergizi, makanan ringan yang dipilih bisa saja menghambat pencernaan mereka. Malah membuat kondisi tubuh dan pikiran tidak nyaman.”

 

Terbukti pada studi yang dilakukan oleh IPSOS tersebut, bahwa gangguan pencernaan juga memiliki dampak fisik yaitu kurang energi, insomnia, sekaligus dampak psikis seperti perasaan tidak nyaman, pecah konsentrasi, bertemperamen buruk sampai dengan depresi sebagai salah satu dampak ekstrimnya.

 

”Kebanyakan penderita gangguan pencernaan tidak menyadari seberapa pentingnya peran kesehatan pencernaan yang baik bagi keselarasan tubuh dan pikiran mereka; secara tidak disadari gangguan fisik akibat masalah pencernaan pun bisa mempengaruhi kualitas hubungan mereka dengan orang lain… karena tubuh dan pikiran yang tidak fit tentunya akan membuat kita tidak maksimal,” Dr. Fiastuti melanjutkan.

 

Menjaga kesehatan pencernaan sendiri cukup mudah dilaksanakan, yaitu dengan melakukan tahap awal atas penilaian pola makan dan kebiasaan untuk mengukur kesehatan pencernaan terlebih dahulu, sebelum berkonsultasi dengan ahli gizi untuk merubah kebiasaan-kebiasaan yang tidak menyehatkan.

 

Selain merubah pola makan, gaya hidup sehat seperti berolah raga dan memilih jenis makanan yang membantu melancarkan pencernaan penting sebagai tahap lanjutan menuju pencernaan yang lebih baik. Salah satu solusi adalah dengan menjaga keseimbangan mikrobiologi di dalam usus dengan mengkonsumsi secara teratur produk yang mengandung probiotik khusus untuk melancarkan pencernaan.

 

Probiotik Bifidusbacterium animalis DN 173 010 yang terkandung pada yogurt Activia telah terbukti secara klinis dapat memberikan dampak menguntungkan bagi kesehatan pencernaan termasuk orang dewasa dan manula, terutama pada wanita dengan keluhan konstipasi, BAB tidak teratur, dan gangguan pencernaan lainnya, apabila dikonsumsi secara rutin selama 14 hari.

 

”Untuk dapat bekerja secara maksimal, probiotik memerlukan rentang waktu selama 14 hari di dalam pencernaan manusia. Sebagaimana layaknya program kesehatan yang lain, kebiasaan hidup sehat dan konsumsi makanan yang sehat harus terus dilakukan secara konsisten dan reguler demi mendapatkan manfaatnya dalam jangka waktu panjang,” Dr. Fiastuti mengakhiri.

 

Semua elemen program ini dihadirkan pada kampanye ”Tantangan 14 Hari”, yang akan diadakan selama bulan Juli, sebuah program yang dirancang untuk mengajak masyarakat Indonesia untuk membiasakan diri dengan gaya hidup yang lebih sehat dan bersama-sama menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi Activia selama 14 hari untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

 

Activia pertama kali diluncurkan PT Danone Indonesia pada bulan Januari tahun ini, sebagai salah satu bentuk komitmen Danone Groupe dalam menyediakan produk konsumsi bernutrisi dengan harga terjangkau bagi Indonesia sehat.

 

Thierry Montange, Marketing Director PT Danone Indonesia menjelaskan, “Hasil riset yang kami lakukan pada konsumen Indonesia menunjukkan tingkat kesadaran yang rendah atas korelasi pencernaan dan kesehatan fisik dan psikis mereka. Dengan menyelenggarakan program ”Tantangan 14 Hari” ini, Danone Activia berharap membantu meningkatkan kesadaran konsumen Indonesia dan mengajak mereka selangkah lebih maju menuju masyarakat Indonesia yang sehat.”

 

Top 5 Habits for Healthy Skin July 2, 2008

Filed under: Beauty,Health — heycometomyworld @ 4:14 pm

Your busy lifestyle leaves little time for pampering skin care. The result: Your skin isn’t the baby-soft body glove you were born with. As you age, your skin gradually becomes thinner and finely wrinkled. Oil-producing (sebaceous) glands grow less active, leaving your skin drier. The number of blood vessels in your skin decreases, your skin becomes more fragile, and you lose your youthful color and glow.

Good skin care — such as avoiding the sun, washing your skin gently and applying moisturizer regularly — can help delay the natural aging process and prevent many skin problems. These simple skin-care habits will help you protect your skin to keep it healthy and glowing for years to come.

1. Protect yourself from the sun

The most important way to take care of your skin is to protect it from the sun. Ultraviolet light — the invisible but intense rays from the sun — damages your skin, causing deep wrinkles, dry, rough skin, liver spots, and more serious disorders, such as noncancerous (benign) and cancerous (malignant) skin tumors. In fact, most of the changes seen in aging skin are actually caused by a lifetime of sun exposure.

For the most complete sun protection, use all three of these methods:

  • Avoid the sun during high-intensity hours. The sun’s rays are most damaging from 10 a.m. to 4 p.m. Reduce the time you spend outdoors during these hours.
  • Wear protective clothing. Cover your skin with clothing, such as long-sleeved shirts, long pants and wide-brimmed hats. Also, keep in mind that certain clothing styles and fabrics offer better protection from the sun than do others. For example, long-sleeved shirts offer better protection than short-sleeved shirts do. And tightly woven fabrics such as denim are better than are loosely woven fabrics such as knits. Several companies now make sun protective clothing (SPF clothing), which is specifically designed to block out ultraviolet rays while keeping you cool and comfortable.
  • Use sunscreen. Choose a broad-spectrum sunscreen with a sun protection factor (SPF) greater than 15. Apply liberally 20 minutes before going outdoors and reapply every two hours, after heavy sweating or after being in water.

2. Don’t smoke

Smoking accelerates aging of your skin and increases wrinkles. Skin changes from smoking can appear in young adults after 10 years of smoking.

Smoking causes narrowing of the tiny blood vessels in the outermost layers of skin. This decreases blood flow, depleting the skin of oxygen and nutrients, such as vitamin A, that are important to skin health. All of these factors increase damage to the elastic fibers (elastin) and collagen, which give your skin strength and elasticity.

In addition, the repetitive facial expressions you make when smoking — such as pursing your lips when inhaling and squinting your eyes to keep out smoke — may contribute to wrinkles. It’s also possible that repeated exposure to the heat from burning cigarettes may damage your facial skin over time.

3. Wash your skin gently

Cleansing is an essential part of caring for your skin. The key is to treat your skin gently.

  • Use warm water and limit bath time. Hot water and long showers or baths remove oils from your skin. Limit your bath or shower time to about 15 minutes or less, and use warm, rather than hot, water.
  • Avoid strong soaps. Strong soaps — those most capable of stripping oil from your skin — can leave your skin dry. Instead, choose mild soaps or detergent substitutes with added oils and fats. Good choices include Dove, Vanicream, Cetaphil and Purpose.
  • Avoid irritating additives. If your skin is sensitive, avoid products containing perfumes or dyes. These can irritate your skin and may trigger an allergic response.
  • Remove eye makeup carefully. Use a soft sponge, cotton cloth or cotton balls when removing eye makeup to avoid damaging the delicate tissue around your eyes. If you wear heavy, waterproof makeup, you may need to use an oil-based product, such as Eucerin, Aquaphor or petroleum jelly, to remove makeup.
  • Pat dry. After washing or bathing, gently pat or blot your skin dry with a towel so that some moisture remains on the skin. Immediately moisturize your skin with an oil or cream.

4. Moisturize regularly

Moisturizers help maintain your skin’s natural moisture levels. They work by providing a seal over your skin — to keep water from escaping — or by slowly releasing water into your skin.

The moisturizer that’s best for you and the frequency with which you need to moisturize depend on many factors, including your skin type, your age and whether you have specific conditions such as acne. A good way to test if you need a moisturizer is to wait 20 minutes after bathing. If your skin feels tight, you should apply a moisturizer.

Select a moisturizer with an SPF of at least 15 to help protect your skin from damaging ultraviolet rays. If you have sensitive skin, look for products free of heavy dyes, perfumes or other additives. If your skin is very dry, you may want to apply an oil, such as baby oil, while your skin is still moist. Oil has more staying power than moisturizers do and prevents the evaporation of water from the surface of your skin. If your skin is oily, you may want to skip moisturizing.

5. Shave carefully

Shaving is a common and inexpensive way to remove unwanted hair. But shaving can cause skin irritations, especially if your skin is thin, dry or very sensitive. For a smooth shave:

  • Press a warm wash cloth on your skin before shaving to soften the hair. Or shave after a warm bath or shower.
  • Don’t shave dry skin, which can cause razor burn. Apply shaving cream, lotion or gel before shaving to protect and lubricate your skin.
  • Use a clean, sharp razor. If using an electric razor, don’t use the closest setting, which can aggravate the skin.
  • Shave in the direction of hair growth, not against it.
  • Rinse your skin afterward with warm water.

If irritation does occur, apply a lotion that doesn’t contain ethyl or isopropyl alcohol. Though alcohol and alcohol-based products may feel cooling, they don’t really soothe irritated skin because the alcohol evaporates rapidly from the skin. (mayoclinic.com)

 

AIDS Layak Digolongkan sebagai ‘Bencana’ Dunia June 26, 2008

Filed under: Health — heycometomyworld @ 1:38 pm

Epidemi AIDS berkembang begitu parah di beberapa negara, sehingga sebaiknya digolongkan sebagai bencana, kata Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC). Krisis tersebut memenuhi definisi bencana sebagai kejadian di luar kemampuan menghadapi oleh satu masyarakat, kata IFRC.

 

Laporan tahunan IFRC mengenai bencana dunia biasanya berkonsentrasi pada bencana alam tertentu, seperti gempa bumi.

 

Laporan IFRC menyebutkan, sebagian dana yang dikeluarkan untuk AIDS tidak mencapai mereka yang memerlukan.

 

Tahun ini, Federasi Masyarakat Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah menyimpang dari tradisi laporan bencana dunianya, dan berfokus pada yang kondisi yang dikatakan sebagai salah satu masalah jangka panjang dan kompleks yang menghadang dunia: epidemi HIV/AIDS.

 

Menurut standar apa pun, epidemi ini merupakan bencana global: 25 korban meninggal, 33 juta orang hidup dengan mengidap HIV/AIDS, dan 7.000 infeksi baru setiap hari. IFRC mendapati tanggapan dunia tidak memadai.

 

Mungkin ada miliaran dollar dibelanjakan untuk memerangi AIDS, namun laporan IFRC memperingatkan, sebagian besar uang tadi tidak ditujukan sebagaimana mestinya dan tidak mencapai mereka yang paling memerlukan.

 

“Ketika sejarah HIV and AIDS ditulis, saya rasa orang-orang akan mengatakan kita menuju ke pilihan-pilihan lebih mudah,” kata Dr Mukesh Kapila, wakil khusus IFRC untuk HIV/AIDS.

 

Pendidikan umum dan kesadaran umum telah dilakukan, kata Kapila, namun orang-orang berisiko seperti pekerja seks dan pengguna narkoba suntik sulit ditangani banyak pemerintah.

 

Menurut IFRC, bidang lain yang dinilai kurang ditanggapi adalah pendekatan terhadap HIV/AIDS selama bencana alam atau konflik.

 

Faktor risiko untuk penyakit tersebut mungkin meningkat, sedangkan pada saat yang sama – dalam ketergesa-gesaan untuk menyampaikanh bantuan darurat – kebutuhan para pasien HIV/AIDS mungkin terlupakan.(bbc)

 

Orgasme Sungguh Bermanfaat untuk Kesehatan Jiwa dan Raga June 21, 2008

Filed under: Health,Sex — heycometomyworld @ 4:45 am

Jika selama aktivitas seks Anda hanya sebatas rutinitas dan lebih banyak gagal mencapai orgasme, maka Anda rugi.  Sayangnya aktivitas padat dan faktor kelelahan membuat orang cenderung melupakan seks berkualitas.

Khusus untuk yang sudah lama menikah, terkadang seks bukan lagi hal pening. Pasangan suami istri makin merasa nyaman dengan hubungan yang mereka jalani selama bertahun-tahun dan bahkan agak sulit menikmati romatisme.

Sebenarnya, orgasme bukan hanya sekadar inti dari sebuah hubungan seksual, namun juga memiliki fungsi penting bagi kesehatan. Alfrde Kinsey, seorang psikolog melakukan penelitian tentang kehidupan seksual pria dan wanita di tahun 1950-an, yang membuatnya jadi terkenal saat itu. Akan tetapi informasi yang diluncurkannya sebenarnya lebih penting dari pada studi itu sendiri.

Dalam salah satu laporan yang dirilis, Kinsey menyebut seks terbukti mampu mengurangi stress. Dalam laporan yang sama juga ditunjukan perbedaan besar dalam kekerasan dengan frekuensi seks dan orgasme. Bagi kebanyakan orang yang menikmati seks dan orgasme secara teratur lebih membuat mereka tak agresif dan tak melakukan tindak kekerasan dari pada individu yang kurang. Dari laporan ini, disimpulkan kalau kepuasan seks dan orgasme memiliki pengaruh jangka panjang dalam meredam kemarahan dan membantu keseimbangan kesehatan jiwa.

Studi yang dilakukan bertahun-tahun kemudian menunjukan bahwa frekuensi hubungan seksual dan orgasme memperkecil tingkat kematian pada pria dan wanita. Sebagai tambahan, seks juga mengurangi resiko penyakit jantung pada kaum wanita. Pasangan yang melakukan hubungan seksual secara aktif cenderung lebih menikmati kehidupan dengan resiko kesehatan yang lebih rendah dibanding dengan pasangan yang kurang aktif.

Dudley Chapman, seorang ginekolog, meyakini kebenaran studi yang dilakukan oleh para psikolog di universitas Wilkes, yang menyebut orgasme membantu tubuh kita memerangi segala macam infeksi. Dan inilah alasan kenapa pasangan yang melakukan hubungan seksual secara aktif jauh dari penyakit.

Sebuah studi lain yang dilakukan di Melbourne, Australia menemukan korelasi antara ejakulasi dan kanker prostat. Beberapa pria berusia antara 20 hinga 50 tahun dilibatkan dalam penelitian ini. Studi ini mengungkapkan kalau frekuensi ejakulasi mampu mengurangi risiko menakutkan dari kanker prostat.

Sebenarnya, seks dan orgasme merupakan sebuah cara bagi tubuh kita untuk melepaskan stres dan kecemasan yang menumpuk sepanjang hari sejalan dengan aktivitas yang padat. Terlepas dari adanya bukti ilmiah atau bukan, yang perlu Anda sadari hanyalah bagaimana cara bersantai dan merasa tenang setelah Anda memperoleh orgasme dan Anda akan segera menyadari kalau tubuh Anda memang membutuhkan sejenak melupakan rutinitas yang tiada habisnya.

 

Kloning Sel Mampu Atasi Kanker Kulit?

Filed under: Health — heycometomyworld @ 4:09 am

Tim ilmuwan di Amerika Serikat menyatakan, mereka berhasil merawat seorang laki-laki yang menderita kanker kulit berat dengan cara meng-kloning salah satu sel darah sistim kekebalan tubuhnya agar dapat menyerang penyakit tersebut.  Pria berusia 52 tahun tersebut bebas dari melanoma dua tahun setelah perawatan.

 

Seperti dilaporkan New England Journal of Medicine, teknik medis ini dilakukan dengan mengisolasi salah satu sel pelawan kanker, T-cell, dan menciptakan beberapa miliar kloning-nya di laboratorium dan mengembalikan sel-sel itu ke tubuh si pasien.

 

Dalam dua bulan, hasil scanning menunjukkan tumor di paru-paru dan kelenjar getah bening laki-laki itu hilang dan dua tahun setelah perawatan itu dia masih bebas dari kanker.

 

Para peneliti menekankan bahwa terapi ini masih membutuhkan penelitian yang lebih luas untuk memeriksa efektivitas sistim itu terhadap berbagai jenis penyakit kanker.

 

Para ilmuwan di Inggris memperingatkan pengujian lebih lanjut perlu dilakukan untuk membuktikan efektivitas perawatan tersebut.

 

Si pasien mengidap melanoma tingkat lanjut yang telah menyebar ke paru dan limfa.

 

Para ilmuwan di Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle berkonsentrasi pada jenis sel darah putih yang dinamai sel CD4+ T.

 

Dari sampel sel darah putih si pria, mereka bisa memilih sel-sel CD4+ T yang yang telah secara khusus diarahkan untuk menyerang bahan kimia yang ditemukan pada permukaan sel-sel melanoma. (bbc)