Heycometomyworld’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Kiat Pintar Side Job July 9, 2009

Filed under: career — heycometomyworld @ 4:08 am

Siapa sih yang tidak ingin punya tambahan penghasilan? Ibaratnya, orang bilang ‘hari gini, pemasukan berapa pun juga masih selalu terasa kurang’. Apalagi jika kebetulan Anda adalah tipe yang masih sulit untuk mengontrol diri sendiri bila sudah urusan belanja.

Ketika harga kebutuhan semakin tidak bisa diajak kompromi dan penghasilan yang didapat tidak menunjukkan akan ada kenaikan, side job menjadi pilihan jalan keluar baru. Ya, side job, alias kerja sampingan.

Side job memang bisa menjadi sumber pemasukan baru yang ikut menopang kebutuhan Anda. Bahkan tidak jarang, kadang hasil dari side job sendiri malahan lebih besar daripada penghasilan tetap yang Anda terima setiap bulan. Kalau sudah begini, siapa sih yang tidak tergiur menjadi kerja sampingan?

Side job boleh-boleh saja, asal Anda sudah mempertimbangkan beberapa hal penting di bawah agar tidak menyesal dan repot di kemudian hari. Apa saja sih?

1. Bidangnya
Sebaiknya sih antara pekerjaan utama dan sampingan Anda masih satu bidang, misalnya jika Anda adalah jurnalis, carilah side job sebagai kontributor di media lain. Atau bila Anda adalah seorang sales, cari side job yang juga berurusan dengan jual menjual dan marketing, jadi broker misalnya.

2. Budaya dan iklim kantor
Apakah Anda sehari-hari bekerja di kantor yang ketat dengan jamnya? Nine to five dan absen ketat? Jika ya, mungkin Anda benar-benar harus memilih side job yang bisa disambi dari rumah atau saat weekend. Jangan sampai side job malah merusak kinerja kerja pekerjaan tetap Anda. Tapi jika jam kerja Anda tergolong fleksibel, silahkan saja memilih side job karena Anda akan lebih bebas bergerak.

3. Nilai plus
Namanya juga kerja sampingan, sudah pasti akan ada tenaga dan waktu lebih yang harus disediakan untuk melakukannya. Karena itu pertimbangkan baik-baik sebelumnya, apakah side job tersebut bisa memberi Anda nilai plus yang cukup signifikan bagi kebutuhan, entah itu ekonomi, sosial atau pun spiritual. Tidak mau kan side job Anda justru malah membuang-buang tenaga, waktu dan pikiran sementara hasilnya tidak bisa menutup kebutuhan? Rugi dong ah.

4. Buat standar keberhasilan
Jangan hanya menjalankan side job begitu saja, Anda juga harus tahu apakah pekerjaan sampingan yang selama ini Anda lakukan cenderung menguntungkan atau malah merugikan. Untuk mencari nilai plus yang ada dalam poin di atas, buatlah standar ataupun tolok ukur keberhasilan, bisa dari waktu, hasil kerja ataupun nominal yang dihasilkan. Jadi jelas, apakah berharga untuk dilanjutkan atau tidak.

5. Fisik
Namanya juga punya pekerjaan ganda, stamina pun harus ganda. Pertimbangkan sampai sejauh mana stamina dan fisik Anda sanggup. Jangan sampai karena terforsir malahan jadi jatuh sakit yang selain mengganggu kinerja pekerjaan tetap dan sampingan, juga berarti menambah pengeluaran lagi. Mau dapat lebih malahan jadi keluar lebih.

Selamat mencoba!

Advertisements
 

Menciptakan Tempat Kerja yang Demokratis June 24, 2008

Filed under: career — heycometomyworld @ 4:20 am

Bayangkan tempat bekerja  yang hubungan antar sesama kolega harmonis terjaga, dimana manajemen transparan dalam mengumumkan kinerja perusahaan, Anda bisa menyuarakan ide dan berdampak pada prestasi kerja dan merasa 100% ada keterikatan dengan pekerjaan. Berlebihan? Tidak.

 

Itulah gambaran kantor yang demokratis. Dan sebagian besar perusahaan yang sukses dewasa ini sudah menjalankan hal semacam itu, sebutlah Southwest Airlines dan juga Google. Tempat kerja yang menganut azas demokrasi semacam ini ampuh mempertahankan dan menarik karyawan potensial, merangsang inovasi  dan mendongkrak keuntungan.

 

Harus diakui, organisasi yang demokratis biasanya dimulai di jajaran atas. Tapi apakah hal semacam itu tidak bisa dimulai dari level bawah? Jelas bisa. Mungkin tidak akan mengubah 100% suasana kantor yang kaku, puritan dan menganut gaya feodal akan menjadi  sepenuhnya demokratis. Namun setidaknya Anda sudah mulai membuat perubahan. Langkah apa saja yang harus dilakukan?

 

Setelah 10 tahun penelitian, ada 10  prinsip yang ditemukan pada perusahaan yang menganut asas demokrasi  bersamaan dengan ide bagaimana Anda dapat mengimplementasikannya pada organisasi di kantor, seperti dituturkan Traci Fento, pendiri dan CEO  WorldBlu, Inc.,  perusahaan yang khusus mendesain organisasi berbasis demokrasi:

 

1. Terbuka. Cobalah untuk bersikap terbuka dan transparan. Pada pertemuan selanjutnya, jangan ada agenda tersembunyi.  Bersikaplah tulus dan tidak dibuat-buat. Amati apakah hal ini membantu membangun kepercayaan dengan rekan kerja lain.

 

2. Bicaralah

Jangan membiarkan ‘kesunyian’ menjadi halangan untuk menjalin komunikasi. Ajaklah orang lain untuk terlibat dalam dialog mengenai masalah perusahaan.

 

3. Berlaku adil

Perlakukan orang lain secara adil. Lupakan sikap ‘pertemanan’ sesama alumni sekolah tertentu yang menempatkan cap pada seseorang ‘siapa’ dan ‘bukan siapa-siapa’.

 

4. Pahami arti hidup

Pahami  apa tujuan dan visi hidup Anda dan pastikan hal itu cocok dengan yang dilakukan sekarang. Jika tidak, pertimbangkan untuk mencari pekerjaan baru yang sesuai dengan tujuan hidup Anda.

 

5. Hindari menyalahkan orang lain

Berhentilah menunjuk si A, si B atau si C untuk sebuah kesalahan. Sebaliknya  cari tahu duduk masalah yang sebenarnya. Kemudian baru tarik kesimpulan

 

6. Setiap orang itu unik

Setiap orang itu unik.  Pahamilah bahwa setiap individu memiliki peran   dalam mencapai tujuan bersama

 

7. Satu ukuran belum tentu cocok untuk semua orang

Lakukan apa yang bisa dilakukan untuk memastikan Anda dan rekan kerja memiliki sebuah pilihan terkait dengan jenis pekerjaan yang dilakukan serta jadwalnya. Adanya pilihan membuat orang tidak merasa terperangkap

 

8. Integritas

Integritas adalah nama permainannya, jadi pastikan semua pekerjaan dilakukan tanpa mengabaikan norma-norma. Bebas tapi disiplin.

 

9. Komitmen

Tanamkan pada diri Anda sebuah komitmen untuk menjadi lebih baik. Selalu melakukan refleksi ke arah yang lebih baik, yang akan membantu Anda dan perusahaan bekerja optimal di semua level.

 

10. Katakan tidak untuk skema piramida

Meskipun pada waktu tertentu kita semua ingin berada di atas, namun jangan lakukan. Jangan ingin menonjol sendirian. Bantulah teman Anda mencapai kemampuan sama dengan Anda lewat ajang berbagi lmu, rahasia sukses, dan lain-lain.

 

Sebelum memulai langkah ini, carilah rekan kerja yang bisa menjadi sekutu yang solid, mulai jalankan dan lihat hasilnya. Cara terbaik untuk bisa menang di tempat kerja adalah menciptakan sebuah lingkungan dimana semua orang bisa menerimanya. Kuncinya: Jangan pernah bosan dan patah semangat.

 

Gaya Hidup yang Bikin ‘Dipensiunkan’ dari Pekerjaan

Filed under: career — heycometomyworld @ 4:17 am

Bisakah burger dan rokok membuat Anda dipecat dari pekerjaan? Mungkin. Bisa saja. Mungkin kedengaran mengejutkan, namun banyak tindakan dan gaya hidup membahayakan karir Anda.

Ada berapa hal sih yang biasanya disorot perusahaan terhadap karyawannya? Untuk perilaku, waspadalah terhadap rokok, minuman keras da makan berlebihan. Perilaku ini ditinjau dari sisi asuransi keseahatan menjadi ‘faktor’ risiko yang membuat premi yang dibayarkan perusahaan kepada jasa asuransi menjadi lebih mahal.

Intinya, perilaku yang tidak sehat tadi dinilai perusahaan sebagai ‘kerugian’ yang mesti siap ditanggung, dan akan mengurangi keuntungan. Sejauh itu? Ya.

Ada lagi? Tentu. Hati-hati bicara, khususnya masalah isu-isu sensitif di kantor. Ingat dinding saja punya telinga. Salah bicara, ancaman pemecatan bisa di depan mata.

Hubungan romantis dengan karyawan dari perusahaan kompetitor. Ini gawat. Kalau sampai ketahuan bisa berabe. Bos tentu mencemaskan kalau rahasia kantor bocor ke perusahaan pesaing, tanpa Anda sadari.

Aktivitas politik. Anda mendukung calon presiden dari partai X, sementara atasan Anda mendukung partai Y. Bicara masalah politik, sebaiknya Anda hati-hati, bisa melihat siapa ‘kawan’ siapa ‘lawan’.
Yang lebih heboh, jika Anda bekerja di industri tertentu yang spesifik. Jika tidak hati-hati, alamat bisa jadi pengangguran. Mungkin karyawan perusahaan otomotif  X tidak masalah jika dia memiliki mobil dari merek Y. Namun seorang karyawan bank yang ketauan memiliki kartu kredit dari bank pesaing? Oh, tiada maaf bagimu.
 
Mungkin terlihat tidak adil jika memberhentikan karyawan karena berbagai macam alasan di atas. Namun hal itu bisa terjadi, sering malah.  “Sayangnya sebagian besar karyawan tidak menyadari hal itu, hingga datang saat naas itu. Datang surat peringatan yang berujung pemecatan. Termasuk menjelek-jelekkan bos, walaupun mungkin yang dibicarakan itu memang fakta,” ujar Paul Secunda, seorang asisten guru besar hukum di University of Mississippi, seperti dilansir Yahoo! HotJobs.

“Itu berarti bisa saja karyawan dipecat karena suatu alasan atau bahkan tanpa alasan sama sekali,” lanjut Secunda.

Karyawan yang  perusahaannya memiliki serikat pekerja serta pegawai negeri relatif aman, namun tidak demikian halnya dengan swasta, yang jumlah angkatan kerjanya jauh lebih besar di negeri ini.

Berikut ini lima tip berguna yang bisa menjadi bahan acuan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan:

1. Pahami konsep perusahaan, berikut kebijakannya.
Bacalah buku pedoman perusahaan. Jika perlu tanyakan ke departemen sumber daya manusia untuk pertanyaan yang belum terjawab.
2. Jika ada masalah dengan perusahaan, jangan buru-buru menyebarkan berita negatif ke media, karena hal itu hanya mengekspos sisi  negatif Anda dan perusahaan.
Seesaikan masalah secara internal, jika akhirnya deadlock, minta bantuan pihak lain, misalnya pengacara.

 

Maksimalkan CV, Pikatlah Pemberi Kerja June 20, 2008

Filed under: career — heycometomyworld @ 2:08 pm

Kebanyakan orang gagal mendapatkan pekerjaan hanya karena dia kurang peduli bagaimana menulis daftar riwayat hidup (CV) yang baik dan sanggup menyita perhatian calon emberi kerja. Tahukah Anda ahwa CV standar alias biasa-biasa saja hanya  mampu memancing perhatian selama 17-20 detik saja?
Jadi, jika CV menjadi gerbang pembuka penting agar pekerjaan impian ada dalam genggaman, jangan lupakan memaksimalkannya. Tujuannya tak lain agar calon bos baru ‘jatuh cinta pada pandangan pertama’ dengannya. Baiklah, mari kita cek bagaimana menulis CV yang baik berikut ini:
1. Dahulukan menulis informasi terpenting
Janganlah terpaku pada filosofi kuno yang menyarankan sebaiknya CV tak melebihi satu halaman. Jika memang prestasi atau pencapaian Anda banyak dan layak disajikan, tuliskan saja. Hanya ingat, jangan terlalu membesar-besarkan apa yang sudah diraih, apalagi jika itu bukan murni karya Anda, melainkan tim. Ingatlah saran dari  John Lees, penasihat karier dan pengarang buku How To Get A Job You’ll Love  yang menyatakan bahwa pesan terpenting Anda harus tercantum pada dua pertiga halaman pertama.
2. Ceritakan tentang hobby
Hobby sebaiknya turut ditulis pada CV, namun berhati-hatilah memilih hobby yang hendak dicantumkan. Misalnya jika Anda hendak memasuki perusahaan yang mengutamakan jejaring kerja atau tim, hindari mencantumkan hobi yang sifatnya individualis alias soliter
3. Cantumkan data pribadi secara jelas, singkat, padat dan meyakinkan

Nah, selamat berburu kerja dan semoga berhasil!