Heycometomyworld’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Waspadai Flu Babi, Perhatikan Gejalanya July 16, 2009

Filed under: Health — heycometomyworld @ 6:14 am

Belakangan flu babi sedang naik daun. Disebut flu babi karena awalnya itu adalah penyakit binatang babi dan hanya menular di antara sesama babi, namun akhirnya flu tersebut menular dari babi ke manusia dan sekarang telah benar-benar telah menyebar antara manusia ke manusia.

Penyakit flu ini disebabkan oleh sejenis virus flu yang disebut dengan virus H1N1. Awalnya virus ini menyebar di Meksiko dan sekarang telah menyebar dengan pesat dan telah menjangkiti lebih dari 100 ribu penduduk dunia dengan memakan kira-kira 400 korban jiwa.

Gejala flu babi hampir sama dengan flu biasa, yaitu demam di atas 37,8 C, lesu, kurang semangat, dan batuk. Selain itu juga dapat dijumpai gejala meler (pilek) dari hidung, radang tenggorokan, nyeri otot dan pegal-pegal, mual, muntah, dan diare. Pada tahap lanjut, dapat dijumpai sesak napas. Kematian biasanya terjadi akibat adanya kegagalan pernapasan.

Pada babi yang terkena virus H1N1, gejala biasanya berupa peningkatan suhu tubuh, depresi, batuk, keluar cairan dari hidung atau mata, bersin, susah bernapas, mata merah, dan tidak mau makan.

Ada hal yang unik dari flu baru H1N1 ini. Flu babi unik karena potensi kematian yang tinggi justru pada pasien yang berusia muda (20-30 tahun), sementara flu lain pada umumnya akan makin tinggi justru potensi kematian pada mereka yang berusia lanjut.

Depkes telah memberikan delapan langkah untuk pencegahan penularan di Indonesia, yaitu:

1. Mengoperasikan alat pendeteksi suhu tubuh di 10 bandara internasional. Deteksi ditujukan pada penumpang yang baru datang dari perjalanan luar negeri, khususnya Singapura, Amerika Utara, Meksiko dan Selandia Baru.

2. Kepada warga yang hendak bepergian ke luar negeri, diberikan panduan prosedur menghindari dari kemungkinan tertular flu babi.

3. Melakukan pemantauan penyakit influenza di 100 titik dan 15 RS se-Indonesia.

4. Revitalisasi 100 RS rujukan flu burung dan pelatihan ulang kepada tenaga medis yang ada.

5. Penelitian virus H1N1 di semua laboratorium yang sebelumnya didesain untuk meneliti virus H1N5 (flu burung).

6. Simulasi penanggulangan endemik influenza secara luas. Sejauh ini simulasi sudah digelar di Bali dan Makassar.

7. Pengadaan obat tamiflu yang dilaporkan mampu menanggulangi virus H1N1. Tamiflu adalah obat yang dibuat untuk penanggulangan flu burung.

8. Penyebaran informasi secara masif pada masyarakat mengenai tata cara mengenali dan menghindari flu babi.

Masyarakat juga dihimbau tetap waspada dan membiasakan pola hidup bersih dan sehat, antara lain:

1. Mencuci tangan dengan sabun ketika habis beraktifitas

2. Melaksanakan etika batuk dan bersin yang benar (menutup hidung/ mulut)

3. Menghindari kontak dengan penderita flu

4. Apabila sakit dengan gejala Influenza supaya mengenakan masker dan tidak beraktivitas diluar rumah

5. Segera pergi ke dokter apabila sakit flunya tidak membaik.

Kasus penularan flu babi dari manusia ke manusia terjadi dalam beberapa kasus namun masih terbatas pada kontak dekat dan sekelompok orang saja.

Hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa flu babi menular melalui makanan, dalam hal ini daging babi dan produk turunannya yang ditangani dan dimasak secara tepat, sehingga tetap aman mengonsumsi produk tersebut. Di samping itu, virus influenza babi mati jika dimasak pada suhu 70 derajat C, sesuai dengan panduan umum mengolah daging.

Jika ada yang menderita flu dengan ciri-ciri diatas hendaknya dengan segera untuk membawa ke puskesmas/dokter terdekat. Pasien suspect flu babi biasanya akan dikarantina dan kemudian harus mengikuti serangkaian tes darah dan juga tes Swap (pengambilan sampel) untuk mendiagnosa apakah benar menderita flu virus H1N1.

Pemerintah saat ini menyediakan obat flu yang bernama tamiflu (Oseltamivir yang merupakan obat anti-viral utama yang digunakan untuk pengobatan pada kasus flu burung. Tamiflu akan efektif apabila diberikan pada tahap awal perkembangan penyakit flu. Tamiflu di Indonesia tersedia di semua rumah sakit rujukan flu burung, antara lain RS Penyakit Infeksi DR. Sulianti Saroso dan RSU Persahabatan untuk DKI Jakarta serta RSUP Dr. Hasan Sadikin dan RSUD Garut untuk Jawa Barat, serta rumah sakit lain di daerah.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s