Heycometomyworld’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Bayi Tabung Tidak Perlu ke Luar Negeri Lagi August 20, 2008

Filed under: Pregnancy — heycometomyworld @ 4:00 pm

Kurang lebih 10%-15% dari pasangan usia subur mengalami masalah infertilitas, dimana penyebabnya bisa dari pihak laki-laki, wanita atau dari kedua-duanya, ataupun dari sebab yang tidak diketahui. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 50 juta hingga 80 juta pasangan usia subur memiliki kesulitan mendapatkan keturunan. 

 

Ketidaksuburan (infertilitas) ini merupakan keadaan yang sangat merisaukan kedua pasangan bahkan keluarganya. Juga memerlukan penanganan yang terpadu, waktu khusus dan biaya yang besar. 

 

Menurut dr. Indra NC Anwar, SpOG dari Klinik Fertilitas Teratai RS Gading Pluit, seseorang dinyatakan infertil atau kurang subur jika  dalam satu tahun pernikahan dengan hubungan suami-istri usia produktif (di bawah 35 tahun) secara teratur tanpa alat kontrasepsi tetapi belum hamil juga. Jika usia pasangan suami istri (terutama istri) sudah di atas 35 tahun dan dalam tiga bulan pertama setelah melakukan hubungan suami-istri secara teratur tanpa memakai kontrasepsi, masih belum hamil juga, maka segeralah untuk melakukan pemeriksaan ke ahli fertilitas. 

 

Berdasarkan data, infertilitas karena faktor istri mencakup 45%, meliputi masalah pada saluran telur (40%), ovulasi (15-25%), peritenium/endometriosis (25%), mulut rahim (5%) dan rahim (5). Sedangkan infertilitas karena faktor suami sekitar 40%, meliputi  kelainan pengeluaran sperma (3%), kelainan produksi dan pematangan sperma, penyempitan saluran mani karena infeksi bawaan (6%), faktor imunologik/antibodi, anti sperma (2,9%) serta faktor gizi. Faktor tidak terjelaskan (10-15%).

 

Di antara berbagai penyebab sulitnya pasutri mendapatkan keturunan, ternyata gaya hidup memegang peran dalam menyumbang angka kejadian infertilitas, yaitu sebesar 15-20%. Gaya hidup yang serba cepat dan kompetitif dewasa ini rentan membuat seseorang terkena stress. Kondisi jiwa yang stress bisa menyebabkan gangguan ovulasi, gangguan spermatogenesis, spasme tuba fallopi, dan disfungsi seksual yaitu menurunnya frekuensi hubungan suami istri.

 

Faktor kesehatan dan gaya hidup yang juga menyumbang pada kesulitan pasutri memiliki anak adalah malnutrisi, kegemukan atau sebaliknya terlalu kurus, kanker dan terapinya, merokok, konsumsi kafein berlebihan, konsumsi alkohol dan obat-obatan serta faktor usia.

 

Konsumsi alkohol pada wanita misalnya akan menekan produksi hormon estrogen dan progesteron serta meningkatkan prolaktin. Hal ini akan menghambat terjadinya proses ovulasi. Sedangkan pada pria, alkohol akan menyebabkan penurunan ukuran testis, menurunkan volume semen (air mani), dan menurunkan konsentrasi, motilitas serta morfologi normal dari spermatozoa. 

 

Pemakaian ganja, kokain, dan heroin pada wanita disinyalir menyebabkan gangguan sekresi gonadotropin dan prolaktin yang berujung pada terhambatnya ovulasi. Sedangkan pengaruh obat-obatan tersebut secara umum pada kesuburan pria adalah menekan sekresi gonadotropin yang berujung pada menurunnya biosintesa testosteron. dengan kualitas dan kuantitas testosteron yang menurun, yang pada akhirnya akan menurunkan kualitas sperma.

 

Olahraga yang berlebihan bisa menyebabkan seorang wanita menjadi sulit hamil, karena mengganggu siklus haid berupa pemendekan siklus luteal dan amenorhea sekunder. Meski mekanismenya masih belum jelas mengapa olahraga berlebihan membuat wanita sulit hamil, namun diduga karena penurunan produksi gonadotropin, peningkatan produksi endorfin dan kortisol. 

 

Dr. Indra NC Anwar, SpOG menambahkan tren menunda usia perkawinan demi alasan mengejar karir yang marak belakangan ini  juga menjadi salah satu penyebab sulitnya pasutri mendapatkan momongan. Pada wanita kesuburan akan menurun sesuai bertambahnya umur. Mulai usia 35 tahun ke atas, kesuburan akan menurun dan akan terus menurun drastis pada usia di atas 37 tahun hingga akhirnya masuk ke masa menopause di atas 40-45 tahunan. ”Hal ini terjadi karena cadangan sel telur akan terus berkurang setiap wanita mengalami menstruasi dan lama kelamaan akan habis sehingga terjadilah masa menopouse dimana ovarium atau indung telur berhenti mengeluarkan sel telur,” ujar dr. Indra. 

 

Sebaliknya usia tidak dapat membatasi tingkat kesuburan pada seorang pria, karena berbeda dengan wanita yang hanya memiliki “gudang telur” dimana suatu saat akan habis, maka pria memiliki “pabrik sperma”. Sperma akan terus diproduksi tiap hari di testis selama anatominya normal. 

 

Untuk mengatasi masalah infertilitas, menurut dr Irsal Yan, SpOG, ada beberapa hal yang harus dilakukan pasutri, yaitu segera memeriksakan diri ke dokter. Jika penyebab infertilitas telah diketahui, segera lakukan pengobatan atau tindakan yang disarankan dokter. 

 

”Penanganan pasutri sebagai satu kesatuan merupakan tindakan yang paling baik dalam mengatasi masalah infertilitas ini,” tegas dr. Harijanto, SpOG, MM dari Klinik Fertilitas Teratai RS Gading Pluit.

 

Pada prinsipnya penanganan infertilitas ada dua macam, yaitu dengan pengobatan konvensional, atau dengan teknologi reproduksi berbantu. Pengobatan konvensional  antara lain dengan pemberian obat-obatan baik untuk tujuan menghilangkan faktor penyebab, memicu produksi sperma, memperbaiki pematangan sperma, memperbaiki transpor sel, dan mencegah kerusakan sel sperma. 

 

Untuk gangguan kesuburan akibat kerusakan atau kelainan anatomi di saluran telur bisa ditangani dengan operasi dan menunggu dalam jangka waktu 18 – 24 bulan. Jika gagal, maka bisa dicoba dengan teknik reproduksi bantuan baik melalui inseminasi atau bayi tabung.  

 

Bayi tabung disarankan untuk infertilitas yang tidak diketahui penyebabnya dan telah ditangani lebih dari satu tahun. Untuk mendapatkan momongan dengan bayi tabung, tidak perlu lagi berobat ke luar negeri, karena di Indonesia sudah terdapat sejumlah klinik yang menangani masalah kesuburan dengan tingkat kesuksesan (success rate) nasional mencapai rata-rata 30%. Klinik Fertilitas Teratai sebagai salah satu klinik spesialis bayi tabung yang mencatat tingkat keberhasilan program bayi tabung di atas angka rata-rata nasional, yaitu 46,2%.

 

Menurut dr Indra NC Anwar, SpOG faktor pendukung yang membuat keberhasilan dari program bayi tabung antara lain faktor usia istri. Semakin muda usia istri maka semakin besar kemungkinan keberhasilannya, karena kemampuan wanita untuk hamil paling tinggi pada usia 24 tahun, kemudian menurun pada usia 25 tahun dan menurun drastis pada usia 35 tahun. ”Penurunan ini disebabkan berkurangnya jumlah dan kualitas sel telur di dalam indung telur terkait dengan pertambahan usia yang akan memengaruhi kesuburan dan menigkatkan risiko pada janin,” ujarnya seraya menambahkan wanita yang pernah hamil juga memperbesar kans keberhasilan bayi tabung.

 

Tingkat keberhasilan bayi tabung yang tinggi di Klinik Fertilitas Teratai tak lepas dari tenaga ahli yang sudah terlatih dan berpengalaman dalam menangani infertilitas dan juga didukung oleh peralatan dengan teknologi terkini. Selain itu untuk menambah kenyamanan pasien terutama untuk suami saat istri sedang melakukan ovum pick (petik ovum), suami dapat menyaksikan langsung melalui TV monitor dan transfer embrio dari ruang yang sudah disediakan. 

 

”Success rate Klinik Fertilitas Teratai yang mencapai di atas rata-rata nasional bergantung pada penentuan waktu operasi, dosis obat yang tepat, teknik protokol yang digunakan serta standar laboratorium sesuai dengan standar WHO,” ujar Yenti Suparman, Bisnis Manajer Klinik Teratai.

 

Program bayi tabung di Klinik Fertilitas Teratai dilakukan dengan dua metode yaitu  In Vitro Fertilisasi Konvesional (IVF) dan Intra Cytoplasmic Sperm Injection (ICSI) IVF Konvesional adalah suatu teknik reproduksi berbantu dengan mempertemukan satu sel telur (oosit) matang dari istri dengan 50.000 – 100.000 spermatozoa yang bergerak progresif dari suami di luar tubuh manusia agar terjadi fertilisasi / pembuahan. Sedangkan ICSI merupakan teknik reproduksi berbantu dengan cara menyuntikkan satu spermatozoa langsung ke dalam sitoplasma oosit agar dapat terjadi fertilisasi / pembuahan. 

 

“Jika dari hasil pemeriksaan pada akhirnya tim dokter ahli kami menganjurkan pasangan suami istri untuk melakukan program bayi tabung, maka tahap selanjutnya yang harus dilakukan adalah menghubungi Tim Konselling Klinik Teratai untuk mendapatkan penjelasan lengkap mengenai program apa yang akan diikuti,” ujar dr. Harijanto, SpOG, MM

 

Sekilas mengenai Klinik Teratai

 

Klinik Teratai merupakan klinik fertilitas yang melayani pasangan suami istri yang ingin mempunyai anak, dengan memberikan konseling persiapan pengobatan fertilitas, baik secara medis, operatif, maupun teknologi untuk mencapai kehamilan. Klinik Teratai memiliki pakar dokter dan embryologist di bidang fertilitas dan bayi tabung yang menerapkan program In Vitro Fertilization Konvensional, yaitu mempertemukan sel sperma dengan sel telur di dalam cawan petri, dan Intra Cytoplasmic Sperm Injection, teknik reproduksi dengan cara menyuntikkan satu sperma hidup ke dalam satu sel telur. Selain itu juga Klinik Teratai memiliki fasilitas freezing embryo dan sperma baik dengan teknik Slow Cooling maupun Vitrification. Teknologi tersebut kini merupakan teknik reproduksi yang sedang trend dijalankan di dunia.

 

7 Responses to “Bayi Tabung Tidak Perlu ke Luar Negeri Lagi”

  1. karina Says:

    Boleh tau nomor tlp klinik teratai? thanks

  2. meriana Says:

    sekalian alamatnya ya

  3. anggraeni Says:

    berapa biaya untuk program bayi tabung?

  4. dhika Says:

    boleh tau brpa biaya nya?alamat praktik?no tlp?

  5. debby Says:

    boleh tau no telpn klinik teratai, ada gak cabangnya di palembang.

    • heycometomyworld Says:

      Klinik Teratai sejauh ini ada di Jakarta saja Mbak. Setahu saya blm buka di Palembang. Kalau mau tahu lbh byk soal solusi kesuburan, ada Klinik Yasmin Kencana RSCM.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s