Heycometomyworld’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Ingin Melahirkan Caesar? Pikir Seribu Kali… July 3, 2008

Filed under: Pregnancy — heycometomyworld @ 12:09 pm

Anda sedang mengandung dan ingin melahirkan dengan cara Caesar. Alasannya sederhana: Ingin menentukan tanggal kelahiran sesuai yang dikehendaki. Hal lain yang jadi pertimbangan adalah tidak mau berlama-lama menjalani proses persalinan normal yang tak jarang makan waktu berjam-jam.

Baca dulu artikel ini sebelum Anda memutuskan Caesar sebagai jalan keluar.  Menurut dr. Andon Hestiantoro SpOG dari Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia cara persalinan merupakan hal yang sangat penting karena sangat terkait dengan angka kematian dan angka kesakitan baik bagi ibu maupun bagi bayi yang baru dilahirkan.

Menurut dokter yang berpraktik di RS Tjipto Mangunkusumo ini persalinan dengan bedah Caesar terkait dengan risiko kematian ibu tiga kali lebih besar dibandingkan dengan persalinan normal. Angka kematian langsung akibat persalinan Caesar adalah sekitar 5,8 per 100.000 persalinan. Persalinan dengan bedah Caesar memiliki angka kesakitan lebih tinggi yaitu sekitar 27,3% dibandingkan dengan persalinan normal yang hanya sekitar 9% saja.

Peningkatan risiko kesakitan bagi ibu hamil akibat persalinan Caesar yang dibandingkan dengan persalinan normal adalah sebagai berikut:

– Lima kali lebih besar untuk mengalami henti jantung

– Tiga kali lebih besar untuk dilakukan pengangkatan rahim (histerektomi)

– Tiga kali lebih besar untuk mengalami infeksi masa nifas

– 2,3 kali lebih besar untuk mengalami komplikasi anestesi

– 2,2 kali lebih besar untuk mengalami sumbatan pembuluh darah

– 2,1 kali lebih besar untuk mengalami perdarahan banyak yang seringkali berakhir dengan pengangkatan rahim serta 1,5 kali lebih besar untuk lebih lama di rawat di rumah sakit

 

Menurut Andon, peningkatan risiko tidak hanya terjadi pada ibu, namun juga terjadi peningkatan risiko bagi bayi yang baru lahir terkait dengan cara persalinan Caesar. Risiko yang dialami oleh bayi baru lahir akibat persalinan Caesar antara lain risiko kematian, gangguan pernafasan, trauma dan risiko gangguan otak bayi.  “Risiko yang dialami bayi baru lahir terkait persalinan Caesar adalah 3.5 kali lebih besar dibandingkan dengan persalinan normal,” tegas Andon.

 

Saat ini prevalensi (angka kejadian) persalinan Caesar di Amerika Serikat adalah sekitar 29.1%. Rata–rata prevalensi Caesar di negara lain di dunia adalah sekitar 5-15% . Sedangkan di Indonesia, persalinan Caesar di rumah sakit pemerintah sekitar 11-15% dan di rumah sakit swasta saat ini dapat mencapai 30-40%.

 

Sebenarnya persalinan Caesar tidak dilarang, asalka nada indikasi medis, misalnya untuk ibu yang mengalami eklampsia (kejang dalam kehamilan), panggul sempit, plasenta menutupi jalan lahir, kelainan jantung pada ibu, persalinan macet, perdarahan banyak selama kehamilan, infeksi dalam rahim, dinding rahim yang menipis akibat bedah caesar atau operasi rahim sebelumnya serta tumor di rahim, di indung telur atau di vagina yang menghalangi jalan lahir.

 

Caesar juga dilakukan antara lain jika bayi besar  padahal panggul ibu sempit, bayi letaknya sungsang atau melintang, kehamilan triplet atau lebih, janin kepala besar alias hidrosepalus serta gawat janin.

 

Saat ini terjadi kecenderungan lain untuk indikasi persalinan dengan bedah Caesar. Indikasi tersebut seringkali tidak sesuai dengan indikasi medis. Beberapa indikasi bedah Caesar yang tidak sesuai dengan indikasi medis adalah sebagai berikut:

1.       Faktor sosial:

a.      Suami terlampau cemas dan menganggap istrinya tidak sanggup melahirkan normal

b.      Suami kuatir vagina istri menjadi longgar

c.      Riwayat infertilitas

d.      Memilih waktu dan tanggal kelahiran

2.       Faktor pemahaman ibu hamil yang salah

a.      Lebih nyaman melahirkan dengan bedah Caesar karena tidak sakit

b.      Melahirkan Caesar lebih aman dibandingkan dengan persalinan normal

c.      Melahirkan Caesar bayi lebih pintar

d.      Kuatir untuk dilakukan vakum atau forseps pada persalinan normal

e.      Kuatir kepala bayi terjepit saat persalinan normal

 

Lahir normal berarti memberi perlindungan alamiah bayi baru lahir

Terdapat konsep bahwa selama proses persalinan normal akan terjadi transfer bakteri dari vagina dan usus ibu ke dalam usus bayi yang akan menyebabkan peningkatan koloni bakteri di dalam usus bayi dan bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi baru lahir. Manfaat lainnya adalah melindungi bayi baru lahir dari infeksi bakteri yang berbahaya, membantu proses pencernaan bayi baru lahir dan juga membantu untuk menghasilkan vitamin yang sangat diperlukan bagi bayi baru lahir tersebut. Proses ini merupakan proses perlindungan alamiah bagi bayi baru lahir. Proses transfer bakteri bermanfaat dari ibu ke bayi tidak akan terjadi jika persalinan dilakukan dengan cara bedah Caesar.

Transfer bakteri “baik” dapat pula terjadi dari ibu ke bayi melalui air susu ibu (ASI). Walaupun lebih lambat (tertunda), namun bayi yang dilahirkan dengan persalinan Caesar masih dapat memperbaiki koloni bakteri “baik” di dalam ususnya jika bayi memperoleh ASI.

Nah jelaslah jika persalinan Caesar tidak berdasarkan indikasi yang tepat, maka peningkatan prevalensi persalinan Caesar justru akan menimbulkan dampak negatif terhadap bayi yang baru dilahirkan. Terlebih jika bayi tidak lagi memperoleh ASI.

 

 

One Response to “Ingin Melahirkan Caesar? Pikir Seribu Kali…”

  1. firsty Says:

    mang nya melahirkan secara caesar berbahaya??????


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s