Heycometomyworld’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Apakah Anda Si Gila Belanja? June 20, 2008

Filed under: Relationship — heycometomyworld @ 1:17 pm

Siapa yang tak mau jika diminta berbelanja, apalagi jika dibayari? Kita semua suka belanja, justru aneh jika Anda benar menjawab sebaliknya. Namun apakah belanja mampu membuat bahagia? Jawabnya relatif. Sebagian orang mengaku belanja sebagai wahana pelepasan stres atau bahasa kerennya shopping therapy. Nah, sampai kapan belanja dianggap sebagai terapi? Tentu jika belanja terkontrol. Jika terjadi sebaliknya dan terjadi di luar kendali, nah bukan terapi lagi namanya. Inilah shopaholic, seperti tokoh yang diciptakan Sophie Kinsela, yaitu Rebecca Bloomwood dalam sebuah novel larisnya ‘Pengakuan si Gila Belanja’. Beruntung Becky mendapat suami tampan nan kaya yang membantu memberesi dan menata problem keuangannya. Lantas bagaimana dengan kita yang cenderung memiliki pola sebagai si pemboros?

Menurut Donald Black, M.D., profesor psikiatri pada University of Iowa College of Medicine bahwa seseorang dikatakan memiliki kecenderungan berbelanja secara kompulsif dan boros bila ia sudah bersikap tidak pantas atau tidak tepat dalam berbelanja, eksesif dan tidak terkontrol. Seperti pada kecanduan lain kecenderungan ini biasanya didasarkan dengan mengikuti bisikan nafsu yang sulit dikendalikan. Di Amerika, kata Profesor Black, berbelanja sendiri sudah menjadi budaya, jadi sering nafsu itu muncul sebagai kebiasaan berbelanja berlebihan.

“Tak seorang pun tahu apa penyebab dari perilaku kecanduan,” ujar Ruth Engs, Ed.D, pofesor ilmu kesehatan di Indiana University. Menurut Engs sejumlah bukti baru menunjukkan bahwa untuk sejumlah orang, kira-kira 10-15% mungkin memiliki sebuah kecenderungan genetis untuk menjadi seorang pecandu, yang kemudian muncul karena dipicu oleh lingkungan sekitarnya. Namun tidak seorang pun benar-benar tahu mengapa orang bisa menjadi gila belanja. Leih lanjut Profesor Engs menjelaskan bahwa kecanduan belanja dapat menjadi masalah kronis.

 “Kecanduan belanja merupakan masalah berkelanjutan, dilakukan dua atau tiga bulan dalam setahun bahkan lebih,” ujar Engs.

Sekarang mari kita cek, bagaimana ciri seseorang dinyatakan gila belanja, barangkali Anda juga masuk daftar berikut:
1. Mengeluarkan uang melebihi anggaran yang sudah ditetapkan
2. Cenderung kompulsif, awalnya hanya ingin membeli sepasang sepatu ata sekadar window shopping koleksi terbaru, namun kemudian malah membeli tiga hingga lima pasang sepatu yang sejatinya tidak begitu dibutuhkan.
3. Suka menyembunyikan barang yang dibeli. Mirip dengan pecandu alkohol yang suka menyembunyikan minuman yang mereka beli kan? “Si gila belanja akan menyembunyikan barang yang mereka beli karena tidak ingin orang lain mengetahui dan kemudian mengritiknya,” ujar Engs. Mereka ini mungkin juga memiliki artu kredit ‘rahasia’ yang tidak diketahui orang lain, bahkan pasangan. Tiba-tiba datang tagihan dalam jumlah besar acapkali akan menimbulkan konflik yang berujung pada perceraian.
4. Merasa bersalah. Hal ini umum ada pembelanja yang boros. Sayangnya, rasa bersalah itu membuatnya tidak bahagia dan untuk medapatkan ‘kebahagiaan’ mereka akan berbelanja lagi, bahkan lebih gila-gilaan. Jadilah seperti lingkaran setan tiada akhir.
Jika ciri-ciri itu cocok dengan Anda, mulailah sadar diri. Solusinya?
1. Mulailah mengakui bahwa Anda cenderung berbelanja secara kompulsif
2. Singkirkan semua buku cek, kartu kredit, kartu debit dan alat belanja plastik lainnya setiap Anda hendak bepergian. Cukup bawa dana tunai secukupnya
3. Selalu membawa teman saat belanja. Minta teman mengingatkan atau membawa Anda pergi dari mal saat Anda menunjukkan tanda-tanda belanja berlebihan
4. Mulai sekarang isi waktu luang Anda dengan kegiatan lebih positif misalnya mengikuti kursus bahasa asing yang belum dikuasai, atau menjadi kontributor sejumlah media jika Anda pintar menulis. Atau jika punya uang tapi ingin menghentikan kebiasaan kurang sehat, ditabung saja atau sumbangkan ke mereka yang kurang beruntung, seperti panti asuhan. Lega sekaligus beramal. Rasanya itu tak terkatakan lho…

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s